Sabtu, 07 Desember 2013

Panduan Materi Bimbingan Karier



  • Pengertian Bimbingan Karier
Bimbingan Karir adalah proses pemberian bantuan kepada siswa dalam memahami dan berbuat atas dasar pengenalan diri dan mengenal kesempatan kerja, mampu mengambil keputusan sehingga yang bersankutan dapat mengelola pengembangan kariernya”. (Manrihu, 1988 : 18).

Dari pengertian bimbingan karier di atas jelaslah bahwa pelaksanaan  Bimbingan Karier di Sekolah adalah proses membantu siswa agar memahami diri dan dapat mengambil keputusan yang tepat untuk kemantapan cita-citanya.

  • Strategi Bimbingan Karier
Untuk mencapai tujuan bimbingan karier, setiap pembimbing memiliki dan dapat menempuh strategi yang berbeda-beda; sesuai dengan latar belakang pendidikan, keahlian dan kondisi objektif klien yang
dihadapinya. Namun, apabila dikelompokkan seluruh strategi yang dimaksud melingkupi:

1. Strategi instruksional merupakan bentuk penyelenggaraan
bimbingan karir yang diintegrasikan atau dipadukan dalam pengajaran (instruksional). Strategi ini sangat sesuai dijalankan oleh tenaga pengajar. Strategi instruksional cenderung bersifat informatif daripada pemrosesan informasi. Apabila kecenderungan yang terakhir dijadikan fokus strategi, walaupun dijalankan oleh tenaga pengajar, maka dapat diperoleh ketepatgunaannya.

Strategi ini pada dasarnya bukanlah penyelenggaraan bimbingan karier, melainkan pengajaran (instruksional) yang menerapkan prinsipprinsip bimbingan karir dan lebih terfokur pada pemberian informasi karir. Strategi bimbingan karir instruksional yang terpadu dengan pembelajaran merupakan pemrosesan informasi karir secara klasikal atau kelompok melalui penggunaan metode atau teknik-teknik pembelajaran, seperti :
pengajaran unit, home room, karyawisata, ceramah tokoh/nara sumber, media audio visual, bibliografi, pelatihan kerja, career day, wawancara, dan paket bimbingan karier.

2. Strategi substansial merupakan bentuk penyelenggaraan
bimbingan karier melalui hubungan interpersonal (antara pembimbing dengan klien). Strategi ini lazim dipergunakan oleh dosen pembimbing dalam bentuk wawancara konseling. Untuk mempergunakan starategi ini, diperlukan penguasaan teori dan praktik konseling, di samping disiplin ilmu penunjang yang terkait. Termasuk ke dalam strategi ini ialah teknik genogram dan konseling karier.

3. Strategi permainan, merupakan strategi alternatif
penyelenggaraan bimbingan karir. Strategi ini berlangsung melalui permainan, yang segaligus dalam setiap permainan dapat menjangkau beberapa matra sasaran. Permainan adalah suatu perbuatan atau kegiatan sukarela, yang dilakukan dalam batas-batas ruang dan waktu tertentu yang sudah ditetapkan, menurut aturan yang sudah diterima secara sukarela tapi mengikat sepenuhnya, dengan tujuan dalam dirinya sendiri, disertai oleh perasaan tegang dan gembira, dan kesadaran lain daripada kehidupan sehari-hari (Johan Huizinga, 1990: 39).

  • Tujuan Bimbingan Karier
Secara umum tujuan  Bimbingan Karier di Sekolah yaitu: “Membantu siswa dalam memahami diri dan lingkungannya dalam mengambil keputusan, merencanakan dan pengarahan kegiatan-kegiatan yang menuju kepada karier dan cara hidup yang akan memberikan rasa kepuasan karena sesuai, serasi, dan seimbang dengan dirinya dan lingkungannya”. (Sukardi,1984 : 31).

Sedangkan tujuan khusus yang menjadi sasaran pelaksanaan Bimbingan Karier di Sekolah menurut Drs. Dewa ketut Sukardi, adalah :
  1. Siswa dapat meningkatkan pengetahuannya tentang dirinya sendiri (self konsept ),
  2. Siswa dapat meningkatkan pengetahuannya tentang dunia kerja,
  3. Siswa dapat mengembangkan sikap dan nilai diri sendiri dalam menghadapi pilihan lapangan kerja dalam persiapan memasukinya,
  4. Siswa dapat meningkatkan keterampilan berpikir agar mampu mengambil keputusan tenntang jabatan yang  sesuai dengan dirinya dan tersedia dalam dunia kerja,
  5. Siswa dapat menguasai keterampilan dasar yang penting dalam pekerjaan terutama kemampuan berkomunikasi, berkerja sama berprakarsa dan sebagainya.
  • Prinsip-Prinsip Bimbingan Karier
Agar Bimbingan Karier di Sekolah dapat berfungsi dcngan baik sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan, maka beberapa pandangan tentang prinsip-prinsip Bimbingan Karier perlu diperhatikan para pembimbing khususnya dan administrator Sekolah pada umumnya terutama dalam penyusunan program Bimbingan Karier di Sekolah.
Secara umum prinsip-prinsip Bimbingan Karier  di Sekolah di antaranya adalah :
  1. Seluruh siswa hendaknya mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengembangkan dirinya dalam pencapaian kariernya secara tepat.
  2. Siswa hendaknya dibantu dalam mengembangkan pemahaman yang cukup memadai terhadap dirinya sendiri dan kaitannya dengan perkembangan sosial dan perencanaan karier.
  3. Siswa secara keseluruhan dibantu untuk memperoleh pemahaman tentang hubungan antara pendidikan dengan kariernya.
  4. Siswa pada setiap tahap program pendidikannya hendaknya memiliki pengalaman yang berorientasi pada karier secara berarti dan realistik.
  5. Program Bimbingan Karier hendaknya memiliki tujuan untuk merangsang pendidikan siswa .
  6. Program Bimbingan Karier di Sekolah hendaknya berpusat di kelas, dengan dikoordinasi oleh pembimbing disertai partisipasi orang tua dan kontribusi masyarakat.

  • Program Bimbingan Karier  di Sekolah
Sesuai dengan tujuan dari pelaksanaan Bimbingan Karier di Sekolah, yaitu secara umum bertujuan untuk membantu para siswa untuk memperoleh pemahaman diri dan pengarahan diri dalam proses persiapan diri untuk bekerja dan berguna dalam masyarakat maka dari itu untuk mencapai tujuan tersebut perlu kiranya disusun suatu program Bimbingan Karier yang di rencanakan dengan matang.

Dengan demikian penyusunan program layanan Bimbingan Karier di Sekolah memegang peranan penting dalam rangka keberhasilan pelaksanaan Bimbingan Karier di Sekolah.
Penyusunan suatu program Bimbingan Karier di Sekolah hendaknya didasarkan pada beberapa prinsip diantaranya sebagai berikut:
  1. Program Bimbingan Karier hendaknya direncanakan sebagai suatu proses yang berkesinambungan dan terintegrasi.
  2. Program Bimbingan Karier hendaknya disusun dengan melibatkan siswa dalam proses perkembangannya.
  3. Program Bimbingan Karier hendaknya menyajikan berbagai macam pilihan tentang kesempatan kerja yang ada dalam lingkungan serta dalam dunia kerja yang menjadi cita-cita para siswa.
  4. Program Bimbingan Karier hendaknya mempertimbangkan aspek pribadi siswa secara totalitas. Dengan demikian para siswa akan memiliki kemampuan untuk mengenal berbagai potensi, bakat, minat, kebutuhan diri serta nilai-nilai hidupyang dicita-citakannya.
  5. Program Bimbingan Karier hendaknya diwujudkan untuk melayani semua siswa.

  • Pilihan Individu dan Perencanaan Karier
Selama menelusuri kehidupan, beberapa orang memiliki pilihan atau kesempatan untuk memilih dari pada yang lain.Contoh, diantara siswa memiliki beberapa pilihan untuk memilih seperti jurusan, jenis pekerjaan, serta bercita-cita untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, tapi bukan berarti pilihan-pilihan tersebut akan dapat dipenuhi tanpa ada dasar yang memotivasi diri dalam diri siswa itu sendiri.

Sehubungan dengan hal ini maka sangat tepatlah tujuan dilaksanakan Bimbingan Karier di Sekolah-sekolah dalam rangka membantu mengarahkan cita-cita para siswa. Hal berikut ini mungkin akan dapat membantu siswa di Sekolah diantaranya :
  1. Perencanaan Karier dapat membantu siswa mempersiapkan pengambilan   keputusan.
  2. Perencanaan Karier dapat membantu siswa mengembangkan beberapa   kepercayaan dalam diri sendiri.
  3. Perencanaan Karier dapat membantu siswa menemukan beberapa makna dari  aktivitas siswa di Sekolah.
  4. Perencanaan Karier dapat memberikan ketenangan bagi diri siswa untuk mengenal kesempatan-kesempatan yang baik yang ditemukannya di Sekolah maupun di luar Sekolah.
  5. Perencanaan Karier dapat membantu siswa menentukan apa yang seharusnya dilakukan sekarang dalam kaitannya dengan apa yang diinginkan selanjutnya.
  • Cara Pelaksanaan Bimbingan Karier
Cara pelaksanaan Bimbingan Karier di Sekolah terdiri dari dua macam tehnik pendekatan, yaitu pendekatan individual dan pendekatan kelompok. Pendekatan kelompok dalam Bimbingan Karier akan memungkinkan masalah yang bersangkut paut dengan karier dapat ditangani untuk semua siswa di Sekolah. Supaya memiliki keterampilan dalam proses pengambilan keputusan mengenai apa yang dicita-citakan pekerjaan, jabatan atau karier yang utama dimasa depan. Untuk mencapai tujuan itu para siswa perlu memahami dirinya sendiri dan lingkungannya serta dapat mengambil keputusan yang bemakna bagi dirinya.

Berdasarkan kelompok dalam Bimbingan Karier di Sekolah nampaknya menjadi suatu pendekatan bimbingan yang esensial karena dapat memberikan bantuan layanan kepada semua siswa di Sekolah. Maka dari itu pendekatan kelompok dalam Bimbingan Karier dapat meningkatkan konselor propesional secara maksimal.
Cara pelaksanaan Bimbingan Karier di Sekolah adalah sebagai berikut:

“Cara pelaksanaan Bimbingan Karier di Sekolah dapat ditempuh melalui dua pendekatan yakni: Pendekatan Individual yaitu dengan penyuluhan karier dan pendekatan kelompok dengan kegiatan:(1). Paket belajar, (2). Pengajaran unit, (3). Papan buletin, (4). Hari Karier dan (5). Karya Wisata Karier. (Agus suyanto, 1989: 23).

Pendapat  di atas menekankan bahwa Bimbingan Karier dilaksanakan melalui dua cara pendekatan sebagai berikut:
a. Pendekatan Individual yaitu: Melalui penyuluhan karier. Bantuan dengan penyuluhan karier melalui dua cara:
Konseling tentang pemecahan kesulitan dengan tujuan mengatasi masalah yang dihadapi siswa.
Bantuan perorangan agar masing-masing siswa dapat memahami dirinya, memahami dunia kerja dan mengadakan penyesuaian antara dirinya dengan dunia kerja.

b. Pendekatan Kelompok
  1. Paket Belajar, maksudnya pelaksanaan Bimbingan Karier, menggunakan lima Pendekatan Belajar yaitu:(a). Pemahaman diri, (b). Nilai-nilai, (c). Pemahaman lingkungan, (d). Hambatan dan cara mengatasinya, (e). Merencanakan masa depan.
  2. Pengajaran Unit, setiap bidang studi memiliki suatu pokok bahasan yang berkaitan dengan suatu pekerjaan selama proses belajar hendaknya memberikan informasi yang berkaitan dengan suatu pekerjaan selama proses belajar memberikan informasi yang berkaitan dengan suatu pekerjaan sehubungan dengan dengan materi yang disampaikan.
  3. Papan Buletin, maksudnya melalui papan buletin petugas BK memasang informsi. Informasi tentang berbagai jenis pekerjaan yang bahannya diambil dari guntingan. Tentang suatu pekerjaan,dan sebagainya.
  4. Hari Karier, maksudnya kegiatan untuk mengisi hari-hari tertentu yang diisi dengan ceramah dari sumber tentang suatu pekerjaan.
  5. Karya Wisata, maksudnya para siswa diajak berkunjung ketempat suatu pekerjaan untuk melihatdari dekat tentang suatu pekerjaan.
Hubungan Antara Hasil Bimbingan Karier Dengan Pengambilan Keputusan Dan  Lapangan Pekerjaan.
Para siswa yang melanjutkan pendidikannya, maupun yang langsung bekerja, tidak langsung demikian saja tetapi melalui suatu proses pengambilan keputusan mengenai suatu pekerjaan yang dipilihnya. Hal tersebut sangatlah kompleks dan memerlukan sebanyak-banyaknya informasi, pengetahuan,  pertimbangan,  dan didalamnya terkandung suatu harapan dan keyakinan atas apa yang di perbuat.

Hasil Bimbingan Karier merupakan salah satu input (sejumlah pengarahan informasi bagi siswa yang bersangkutan, terutama informasi tentang keadaan dirinya, pendidikan lanjutan dan lapangan pekerjaan, baik keputusan untuk melanjutkan pendidikan maupun keputusan memasuki lapangan pekerjaan. Kedua-duanya memerlukan pertimbangan lebih dahulu, terutama berkaitan dengan kemampuan diri (Keadaan diri) individu siswa yang bersangkutan.Bagi mereka yang lansung memilih lapangan pekerjaan akan menilai dirinya sendiri bidang pekerjaan apa yang cocok dengan dirinya. Bakat memberikan kecendrungan untuk memperoleh keberhasilan (Belajar / bekerja) dalam bidang tertentu. Minat memberikan kecendrungan senang atau tidak senang pada pelajaran / pekerjaan tertentu. Hal ini sangat penting untuk pengambilan keputusan tentang pekerjaan yang dicita-citakannya.
Dengan melihat kemungkinan-kemungkinan di atas maka terdapat empat jalur yang dapat ditempuh para siswa SMU/MA setelah menamatkan pendidikannya, yaitu:
a.    Para siswa yang lansung terjun ke Lapangan Kerja.
b.    Para siswa yang mengambil kursus / latihan / penataran sebelum bekerja.
c.    Para siswa yang memilih melanjutkan pendidikannya ke tingkat akademi / sarjana muda.
d.    Para siswa yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi jenjang strata satu / S1.

Pengertiabn Belajar dari berbagai ahli


Pengertian belajar menurut kamus Besar bahasa Indonesia :
Belajar adalah berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu, berlatih, berubah tingkah laku atau tanggapan yang disebabkan oleh pengalaman.
Pengertian belajar menurut beberapa ahli :
1. Menurut james O. Whittaker (Djamarah, Syaiful Bahri , Psikologi Belajar; Rineka Cipta; 1999) Belajar adalah Proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman.
2. Winkel, belajar adalah aktivitas mental atau psikis, yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, ketrampilan, nilai dan sikap.
3. Cronchbach (Djamarah, Syaiful Bahri , Psikologi Belajar; Rineka Cipta; 1999)Belajar adalah suatu aktifitas yang ditunjukkan oleh perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman.
4. Howard L. Kingskey (Djamarah, Syaiful Bahri, Psikologi Belajar; Rineka Cipta; 1999) Belajar adalah proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui praktek atau latihan.
5. Drs. Slameto (Djamarah, Syaiful Bahri, Psikologi Belajar; Rineka Cipta; 1999) Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu  itu sendiri di dalam interaksi dengan lingkungannya.
6. (Djamarah, Syaiful Bahri, Psikologi Belajar; Rineka Cipta; 1999)
Belajar adalah  serangkaian kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungannya yang menyangkut kognitif, afektif dan psikomotor.
7. R. Gagne (Djamarah, Syaiful Bahri, Psikologi Belajar; Rineka Cipta; 1999) hal 22. Belajar adalah suatu proses untuk memperoleh motivasi dalam pengetahuan, ketrampilan, kebiasaan dan tingkah laku
8. Herbart (swiss) Belajar adalah suatu proses pengisian jiwa dengan pengetahuan dan pengalamn yang sebanyak-banyaknya dengan melalui hafaln
9. Robert M. Gagne dalam buku: the conditioning of learning mengemukakan bahwa: Learning is change in human disposition or capacity, wich persists over a period time, and which is not simply ascribable to process a groeth. Belajar adalah perubahan yang terjadi dalam kemampuan manusia setelah belajar secara terus menerus, bukan hanya disebabkan karena proses pertumbuhan saja. Gagne berkeyakinan bahwa belajar dipengaruhi oleh faktor dari luar diri dan faktor dalm diri dan keduanya saling berinteraksi.
10. Lester D. Crow and Alice Crow (WWW. Google.com) Belajar adalah acuquisition of habits, knowledge and attitudes. Belajar adalah upaya-upaya untuk memperoleh kebiasaan-kebiasaan, pengetahuan dan sikap.
11. Ngalim Purwanto (1992) (WWW. Google.com) Belajar adalah setiap perubahan yang relatif menetap dalam tingkah laku, yang terjadi sebagi hasil dari suatu latihan atau pengalaman.

Samsung Galaxy Young S6310 Bundling Indosat IM3


Samsung Galaxy Young dengan dual camera dan fitur seru sepert Sound & Shot, Drama Shot, Group Play, Story Album & Samsung apps, bisa ngobrol seru bareng teman di Chat On dan didukung dengan OS Android Jelly Bean.

Kunjungi Exclusive launching nya di:
·         Carrefour pada tanggal 12-21 Juli 2013, atau
·         Galaxy Youth Campaign supported by Samsung pada 12 Juli – 31 Agustus 2013, atau  
·         Kunjungi retail channel & strore Samsung pada 12 – 31 Oktober 2013.

Kamu bisa ngedapetin Samsung Galaxy Young dengan harga
 Rp 1.299.000 dan mendapatkan paket bundling Indosat IM3 berupa:
·         6 bulan Paket Plan dengan total GRATIS 9 GB kuota internet dengan speed hingga 7.2 Mbps
·         450 menit nelpon ke sesama Indosat
·         1.200 SMS ke sesama Indosat
·         GRATIS WhatsApp
·         GRATIS akses Indosat Super Wi-Fi.


Keterangan:
·         Daftar gratis paket Data Plan *990*2*1*7#
·         Syarat mendapatkan 6 bulan paket Data Plan gratis dengan menjaga masa aktif dan tidak masuk masa tenggang

Jumat, 21 Desember 2012

Tentang Bimbingan dan Konseling

1.      Ide pokok = Asas Kunci kimbingan dan Konseling

hal yang merupakan asas terpenting dari bimbingan dan konseling adalah asas kerahasiaan. segala sesuatu yang dibicarakan klien kepada konselor tidak boleh disampaikan kepada orang lain terlebih untuk hal-hal yang tidak layak diketahui orang lain. Asas kerahasiaan ini merupakan asas kuncidalam bimbingan dan konseling. Jika asas ini benar-benar dilaksanakan, maka penyelenggaraan akan mendapatkan kepercayaan dari semua pihak terutama penerima bimbingan klien sehingga mereka akan mau memanfaatkan jasa bimbingan dan konseling dengan sebaik-baiknya.

2.       Ide pokok = Tanggung Jawab Konselor di Sekolah

Konselor adalah tenaga ahli dalam bidang pelayanan bimbingan dan konseling. Konselor inilah yang mengendalikan dan sekaligus melaksanakan berbagai layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling menjadi tanggung jawabnya. Konselor tidak hanya berhubungan dengan peserta didik atau siswa saja melainkan juga dengan berbagai pihak seperti, guru-guru, konselor, dan personal sekolah lainnya. Yang dapat secara bersama-sama menunjang pencapaian tujuan konseling di sekolah tersebut.

3.       Ide pokok = Langkah penyelesaian masalah yang baik

Upaya penyelesaian masalah pada dasarnya dilakukan secara perorangan, sebab setiap masalah adalah unik. Masalah-masalah yang diderita oleh individu yang berbeda tidak boleh disamaratakan . Oleh karena itu penanganannya pun harus secara unik terhadap kondisi masing-masing individu . untuk itu konselor perlu memiliki ketersediaan berbagai bahan dan keterampilan untuk menangani berbagai masalah yang beranekaragam itu.

4.       Ide pokok = Sikap dasar meruupakan awal dari pengembangan yang optimal

Sikap dasar  pekerjaan bimbingan itu adalah individu merupakan hal yang sangat penting,tentang adanya kesulitan yang dihadapinya dalam rangka perkembangan yang optimal. Sehingga mereka dapat memahami diri dan bertindak serta bersikap sesuai dengan tuntutan-tuntutan dan keadaan lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Pada hakikatnya setiap individu mempunyai perbedaan yang satu sama lain, ini dapat mempengaruhi dari cara berfikir, cara berperasaan, dan cara menganalisis masalah. Bilamana klien menyampaikan informasi atau berbicara tentang masalah yang tidak ada kaitannya dengan kesulitan yang sedang di konsultasikan, maka konselor harus membawanya ke masalah yang sedang dihadapi, oleh karena itu konselor harus arif dan bijaksana dalam memecahkan masalah yang dialami oleh setiap klien.

5.      Ide pokok = Alasan sekolah memerlukan BK

Alasan diperlukannya BK di sekolah yaitu, Sekolah merupakan lingkungan hidup setelah rumah, siswa yang masih muda masih memerlukan bimbingan. Dan juga BK diperlukan merujuk kepada guru di sekolah yaitu, mengembangkan dan memperluas pemahaman guru tentang afektif, mengembangkan emosional guru, mengembangkan efektivitas belajar, dan mengatasi masalah-masalah guru dalam menjalankan tugas Mengatasi kesulitan dalam belajarnya.  Selain itu tujuan dari bimbingan dan konseling yaitu, Mengatasi kebiasaan yang tidak baik, Mengatasi kesulitan yang berhubungan dengan jasmani dan rohani, Mengatasi kesulitan kelanjutan studi, dan pekerjaan setelah tamat sekolah, Mengatasi kesulitan yang berhubungan dengan emosional,sosial baik di sekolah maupun di masyarakat, dan lain sebagainya.

6.       Ide pokok = Konselor dapat mengalihkan masalah diluar ilmunya.

Apabila konselor tidak dapat menyelesaikan masalah yang dialami klien dia dapat mengalihkan ke orang yang lebih ahli dalam menyelesaikan masalah klien. Dismping itu konselor hanya menangani masalah-masalah individu sesuai dengan kewenangan petugas yang bersangkutan . dan juga bimbingan dan konseling hanya memberikan penyelesaian kepada individu yang sehat jasmani dan rohani dan bekerja dengan kasus-kasus yang terbebas dari masalah-masalah  kriminal maupun perdata.

7.       Ide pokok = Konselor harus dapat memahami klien

Pemahaman konselor terhadap klien digunakan agar konselor mengetahui beratnya masalah yang dihadapi klien.pemahaman konselor terhadap terhadap klien dipergunakan oleh konslor baik secara langsung membantu klien dalam pelayanan bimbingan dan konseling lebih lanjut, maupun seagai bahan acuan utama dalam rangka kerja sama dengan pihak-pihak lain dalam membantu klien. Bagi konselor, upaya mewujudkan fungsi pemahaman merupakan tugas paling awal dalam setiap kali penyelenggaraan pelayananbimbingan dan konseling terhadap individu tertentu.

8.       Ide pokok = Pentingnya asas dalam pelayanan bimbingan dan konseling

Asas dipakai agar konselor atau guru pembimbing mengikuti kaidah-kaidah yang menjamin efisien dan efektivitas proses konseling. Apabila asas-asas bimbingan dan konseling dapat terselenggara dengan baik sangat dapat diharapkan proses pelayanan mengrah pada pencapaian tujuan yang diharapkan. Namun sebaliknya apabila asas-asas itu diabaikan dan dilanggar dapat di khawatirkan  kegiatanyang terlaksana itu justru berlawanan dengan tujuan bimbingan dan konseling.

9.       Ide pokok = Psikologi merupakan bagian dari landasan bimbingan dan konseling

Bimbingan dan konseling merupakan suatu proses psikologis. Maknanya situasi bimbingan dan konseling merupakan muatan-muatan psikologis yang mempelajari tingkah laku manusia.oleh sebab itu, landasan psikologis dalam bimbingan dan konseling mempersoalkan prilaku individu yang menjadi sasran dari layanan bimbingan dan konseling.

10.   Ide pokok = Kaitan budaya dengan proses konseling

Budaya merupakan hal yang sangat berperan dalam hal kepantasan yang dilakukan manusia. Manusia sebagai makhluk yang membutuhkan orang lain dan perpaduan antara interaksi manusia itulah yang menghasilkan sebuahnkebudayaan. Oleh lartena itu konselor dalam memberikan nasihat dan masukan kepada klien harus sesuai dengan budaya yang ada, agar hal tersebut tidak berlawanan dengan kehendak klien sehingga klien dapat dengan mudah menyelesaikan masalahnya yang tidak menyimpang dari kebudayaan yang ada.